Ceramah : Letakkan Dunia Pada Tanganmu  Dan Akhirat Pada Hatimu

Ceramah : Letakkan Dunia Pada Tanganmu Dan Akhirat Pada Hatimu

Oleh : Gurutta Dr. KM. Hamzah Israil, S.Pd.I., MA.

أَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

أَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلَامِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَاْلمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ.

Hadirin Wal Hadirat Rahimakumullah

Pada kesempatan ini, saya mengajak kepada kita semua untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah Swt dengan memperbanyak mengucap Al-hamdulillah, kemudian mari kita senantiasa mewujudkan cinta kita kepada Nabi Tauladan kita, panutan kita, dia sangat cinta kepada kita yaitu Nabi Muhammad Saw, Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad wa ala alihi wasallam.

Hadirin Wal Hadirat Rahimakumullah

Insyaa Allah, pada kesempatan ini saya akan membahas sebuah ceramah yang berjudul “Letakkan Dunia Pada Tanganmu Dan Akhirat Pada Hatimu”

Dalam kehidupan ini, betapa banyak manusia tertipu oleh dunia, mereka mencari dan mengejar dunia siang malam tanpa istirahat, tanpa memperhatikan aturan-aturan Allah swt, tanpa memperhatikan halal dan haramnya. 

Ini semua disebabkan karena mereka meletakkan dunia di dalam hatinya, sehingga yang terjadi adalah setiap saat yang dipikirkan hanya uang-uang dan uang. Bagaimana cara mendapatkan uang, bagaimana caranya supaya cepat kaya, dan bagaimana caranya supaya bisa menguasai dunia.  

Sesungguhnya orang seperti ini adalah orang yang tertipu oleh dunia, mereka tidak menyadari bahwa dunia ini sifatnya memang cantik, indah tetapi menipu. Sebagaimana firman Allah Swt dalam al-Qur’an surat      al-Jasiyah ayat 35:

ذَٰلِكُم بِأَنَّكُمُ اتَّخَذْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا وَغَرَّتْكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فَالْيَوْمَ لَا يُخْرَجُونَ مِنْهَا وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ

Artinya:

Yang demikian itu, Karena Sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu Telah ditipu oleh kehidupan dunia, Maka pada hari Ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertaubat.

Hadirin Wal Hadirat Rahimakumullah

Menurut ayat tersebut bahwa orang yang tidak menjadikan ayat-ayat Allah Swt sebagai pedoman dalam mencari uang bahkan mereka mengolok-olok ayat Allah Swt, adalah orang yang tidak sadar bahwa dia sedang tertipu oleh dunia. Mungkin mereka kaya, mereka sukses tetapi sesungguhnya mereka tertipu.

Mungkin ada orang disekitar kita yang kita kenal, dia kaya, banyak uangnya, besar rumahnya, mewah kendaraannya, berhasil semua anak-anaknya, tetapi sayangnya, tidak ada satupun dari keluarganya yang taat kepada Allah Swt.

Dia (ayahnya) Islam tapi tidak pernah menginjak masjid, kecuali hari jumat, itupun selalu terlambat, bahkan kadang shalat jumat pun ditinggalkan. kesenangannya adalah di tempat-tempat hiburan. tempat judi, dan tempat mabuk-mabukan.

Istrinya juga tidak jauh beda dengan sikap suaminya, dia hidup serba mewah, bajunya jutaan rupiah sekalipun baju belum selesai alias ketat dan terbuka, aksesorisnya puluhan juta dan lain-lain. kesenangannya hanya gossip, ke mall-mall dan tempat-tempat hiburan lainnya.  

Anaknya pun demikian, hidup dengan penuh kemewahan, bebas mau beli apa saja bisa, karena uang sakunya terjamin. akhirnya si anak jadi sombong, angkuh, mabuk-mabukan, narkoba, ngisap lem, berzinah dan lain-lain perbuatan terlarang. Naudzu Billahi Min Zalik.

Hadirin Wal Hadirat Rahimakumullah

Inilah gambarannya orang yang tertipu oleh dunia, mereka tenggelam dan larut ke dalam kemewahan dunia, 

Banyak harta tetapi kikir, pelit alias malla cu’beng, istri cantik tetapi sombong dan tukang pencela, anak gagah/cantik tetapi tidak berakhlak. Bisa dibayangkan hadirin. kira-kira seperti apa kondisinya rumah tangga yang seperti ini?  pertanyaannya   bahagia atau tidak, pasti tidak bahagia, selamat atau tidak? Pasti tidak selamat, kecuali kalau dia bertaubat kepada Allah Swt. Allah Swt berfirman dalam al-Qur’an Surat At-takatsur Ayat 1 dan 2:

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ. حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ

Artinya:

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, Sampai kamu masuk ke dalam kubur.

Maksudnya: Bermegah-megahan dalam soal banyak harta, anak, pengikut, kemuliaan, dan seumpamanya Telah melalaikan kamu dari ketaatan.

Alangkah  bahagianya orang yang  punya  harta, lalu  dengan hartanya dia semakin dekat kepada Allah, semakin  rajin shalat berjamaah, semakin dermawan, dan semakin disenangi oleh orang lain, tetapi alangka ruginya orang yang setiap saat hanya memikirkan harta, uang, sampai  tidak pernah lagi injak masjid karena kesibukannya, tidak  pernah melihat matahari di rumahnya, karena dia meninggalkan rumahnya sebelum matahari terbit dan  pulang kerumahnya setelah matahari terbenam, Dia kaya tapi tidak pernah menyumbang masjid, tidak mau  bersedekah alias kikir, sehingga orang ini akan semakin  jauh dari Allah Swt dan semakin jauh dari sesamanya. Inilah orang yang tertipu oleh dunia.

Hadirin Wal Hadirat Rahimakumullah

Allah Subhana Wa Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 26:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَن يَضْرِبَ مَثَلًا مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ

Artinya:

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu adapun orang-orang yang beriman, Maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah Swt menjadikan Ini untuk perumpamaan?” dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.

Mari kita mengambil perumpamaan pada nyamuk, bagaimana nyamuk itu?  lihat dan perhatikan nyamuk itu. kalau nyamuk itu lapar maka dia masih bertahan hidup, tetapi kalau nyamuk itu sudah kekenyangan maka dia tidak bisa lagi bergerak akhirnya akan mati.

Demikian pula dengan hati manusia, kalau hati kosong dari urusan dunia, maka hati itu akan selalu hidup, di dalamnya ada iman, ada kelembutan, ada kasih sayang, tetapi jika hati sudah penuh dengan dunia maka matilah dia, artinya imannya akan keluar, yang muncul adalah kesombongan, keangkuhan dan kelalaian.

Olehnya itu mari, kita jadikan dunia ini hanya sebatas ditangan saja, jangan masukkan kedalam hati, agar hati senantiasa sehat dan selalu rindu ingin dekat kepada Allah Swt.

Yang harus diutamakan adalah urusan akhirat kita. Bagaimana shalat berjamaah kita? bagaimana puasa kita? bagaimana zakat kita? bagaimana silaturrahmi kita? sudah berapa sumbangan kita ke masjid? ini semua yang harus didahulukan?

Hadirin Wal Hadirat Rahimakumullah

Ingat, kita ini ibarat petani yang harus sungguh-sungguh bekerja yang benar agar bisa mendapatkan hasil padi yang memuaskan, bagi petani, dunia itu bagaikan rumput, dan padi itu adalah ibarat akhirat.  jika petani serius menanam dan memelihara padinya pasti akan berhasil, memanen padi yang banyak, tetapi jika seorang petani hanya mengurusi rumput, maka mustahil akan mendapatkan padi. betul?

Kalau kita sungguh-sungguh memperhatikan akhirat, pasti dunia akan ikut, tetapi jika kita hanya selalu memikirkan dunia siang malam, maka pasti diakhirat kita akan sengsara.

Sebagai kesimpulan:

  1. Dunia ibarat wanita cantik yang selalu menarik hati dan perhatian tetapi ingat bahwa itu hanyalah tipuan.
  2. Mari kita perbaiki urusan akhirat kita; shalat, zakat, puasa ramadan, haji kalau sudah mampu dan sempat, serta memperbaiki hubungan dengan silaturrahmi dengan sesama. Insyaa Allah kita semua akan selamat dunia dan akhirat. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Demikian ceramah yang sempat saya sampaikan, terima kasih atas segala perhatian, mohon maaf atas segala kekurangan.

وَبِااللهِ التَّوْ فِيْقِ وَالسَّعَادَةِ

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Leave a Reply