Ceramah : Yang Paling Menyesal Pada Hari Kiamat

Ceramah : Yang Paling Menyesal Pada Hari Kiamat

Oleh: KM. Abdul Wahid, S.Pd.I

أَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

أَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلَامِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَاْلمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ.

Hadirin Wal Hadirat Rahimakumullah

Al-Hamdulillah, kehadiran kita di tempat yang penuh berkah ini adalah merupakan tanda rasa syukur kita atas segala nikmat yang tak terhingga yang diberikan oleh Allah Swt. Mensyukuri nikmat umur, kesehatan, harta, terlebih-lebih lagi nikmat hidayah iman yang senantiasa mengakar dalam hati kita.

Allah Swt yang Maha Pengasih tak pilih kasih, Allah Swt Maha Penyayang tak pandang sayang, Allah tidak membeda-bedakan antara presiden dengan penjual pepsodent, gubernur dengan tukang cukur, Bupati dengan Tukang Pedati, Camat dengan Penjual tomat, Lurah dengan penjual buah, yang kaya dan yang miskin, semuanya sama dihadapan Allah Swt. Yang membedakan hanyalah ketaqwaannya kepada Allah Swt.

Salawat serta salam senantiasa kita curahkan kepada junjungan kita, Nabi besar Muhammad Saw. Yang telah berhasil menurunkan bendera-bendera kemusyrikan dan kejahiliaan dan mengibarkan panji-panji kebenaran dengan satu konsep Dinul Islam Wal Iman (Agama Islam yang disertai dengan keimanan).

Hadirin Wal Hadirat Rahimakumullah

Adapun yang menjadi judul ceramah saya pada kesempatan yang berbahagia ini adalah: “Yang Paling Menyesal Pada Hari Kiamat”

Wahai sekalian manusia tahukan anda, ada beberapa kelompok yang nantinya akan menyesal di hari kiamat, dan penyesalannya tidak ada artinya di hadapan Allah Swt, karna di akhirat semua manusia akan ditanya tentang apa yang dia lakukan sewaktu hidup di dunia, kalau ada orang semasa hidupnya taat kepada Allah Swt dan rasulnya pasti akan bahagia di akhirat, sebaliknya kalau ada manusia dia hidup di dunia untuk berpoyah-poyah dan tidak mau pengikuti perintah Allah Swt, inilah manusia yang menyesal di hadapan Allah Swt, olehnya itu pergunakanlah sisa umur kita dengan memperbanyak ibadah yang wajib maupun yang sunnah, Siapa-siapakah manusia yang akan menyesal di hari kiamat? Dalam Kitab Mukhtarul Hadis. Rasulullah Saw bersabda:

أَشَدُّ النَّاسِ حَسْرَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ رَجُلٌ أَمْكَنَهُ طَلَبُ الْعِلْمِ فِي الدُّنْيَا فَلَمْ يَطْلُبْهُ، وَرُجُلٌ عَلَّمَ عِلْمًا فَانْتَفَعَ بِهِ مَنْ سَمِعَهُ مِنْهُ دُوْنَهُ

Artinya;

Orang yang paling menyesal di hari kiamat adalah seorang yang mendapat kesempatan untuk menuntuk ilmu agama ketika hidup di dunia tetapi ia tidak mau mencarinya, dan seseorang yang mengajarkan ilmu agama lalu yang di ajarinya mengamalkannya sedangkan dia sendiri tidak.

Maksud dari hadis ini, bahwa kelak di hari kemudian ada kelompok yang tidak mau melihat wajah Allah Swt karna sakin malunya dan menyesalnya atas apa yang di berikan sewaktu hidup di dunia, yaitu

Pertama: orang yang menyia-nyiakan umurnya tanpa mencari ilmu agama padahal kesempatan sudah terpenuhi baginya, banyak diantara kita manusia kalau disuru menuntut ilmu, apa dia bilang, inaipi lassikolah Amma? Bapak persiden, gubernur, bupati, kepala desa nia ngasemmo, bahkan anjo tedonga nacapia tena tonja nassikola namacca tonja, padahal apapun yang kita perbuat tanpa didasari dengan ilmu, maka semuanya akan sia-sia, sebagaimana pepatah mengatakan “amal tanpa ilmu itu akan akan tertolak” 

Bahkan kalau kita mau diangkat derajat kita oleh Allah Swt dihadapan sekalian manusia maka tuntutlah ilmu agama, wahai jama’ah sekalian apalah artinya banyak harta, cantik, ganteng, berpangkat, tapi otak kita kosong dengan ilmu agama.

Kedua: seorang yang mengajarkan ilmu agama lalu yang di ajarkannya mengamalkan ilmunya sedangkan dia sendiri tidak mengamalkannya.

Banyak dikalangan kita manusia yang pintar mengajari orang berbuat baik, misalnya, “Eh, sianakku, assabayang laloki, appuasaki ri bulan ramalang, assidakkaki, aggau’ baji’ laloki. Padahal dia sendiri tidak mau shalat tidak mau puasa, bahkan dia rajanya orang kikir dan tidak mau berbuat kebaikan, seandainya dia menuntut ilmu lalu mengamalkan ilmunya pasti dia manusia yang paling tinggi derajanya dihadapan Allah Swt, disebabkan karna ilmunya, sebagaimana firman Allah Swt dalam al-Qur’an surat al-Mujadilah ayat 11:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Artinya:

Niscaya Allah Swt akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu dengan beberapa derajat.

Sebagai kesimpulan: pergunakanlah sisa umur yang Allah Swt berikan kepada kita dengan jalan mencari ilmu agama dan mengamalkannya sesuai ajaran nabi Muhammad Saw, agar kelak menjadi manusia yang dekat dengan Allah Swt. Amin Ya Rabbal Alamin.

Cukup sekian yang sempat saya sampaikan, mohon maaf atas kesalahan dan kekurangan, karena saya selaku manusia biasa tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan.

وَبِااللهِ التَّوْ فِيْقِ وَالسَّعَادَةِ

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Leave a Reply