Ceramah : Bahaya Lupa Diri
https://www.teropongmalam.com

Ceramah : Bahaya Lupa Diri

Oleh: M. Arfah, S.Fil, S.Pd.I

أَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

أَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلَامِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَاْلمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ.

Hadirin Wal Hadirat Rahimakumullah

Al-Hamdulillah, kehadiran kita di tempat yang penuh berkah ini adalah merupakan tanda rasa syukur kita atas segala nikmat yang tak terhingga yang diberikan oleh Allah Swt. Mensyukuri nikmat umur, kesehatan, harta, terlebih-lebih lagi nikmat hidayah iman yang senantiasa mengakar dalam hati kita.

Allah Swt yang Maha Pengasih tak pilih kasih, Allah Swt Maha Penyayang tak pandang sayang, Allah tidak membeda-bedakan antara presiden dengan penjual pepsodent, gubernur dengan tukang cukur, Bupati dengan Tukang Pedati, Camat dengan Penjual tomat, Lurah dengan penjual buah, yang kaya dan yang miskin, semuanya sama dihadapan Allah Swt. Yang membedakan hanyalah ketaqwaannya kepada Allah Swt.

Salawat serta salam senantiasa kita curahkan kepada junjungan kita, Nabi besar Muhammad Saw. Yang telah berhasil menurunkan bendera-bendera kemusyrikan dan kejahiliaan dan mengibarkan panji-panji kebenaran dengan satu konsep Dinul Islam Wal Iman (Agama Islam yang disertai dengan keimanan).

Hadirin Wal Hadirat Rahimakumullah

Adapun judul cerama yang akan saya sampaikan pada kesempatan ini yaitu: “Bahaya Lupa Diri“

Dalam dunia modern seperti sekarang ini banyak manusia yang resah dan mudah diombang-ambingkan zaman bahkan sebagian dari mereka kehilangan jati dirinya. Oleh karena itu marilah kita jaga diri kita dengan iman seraya terus menerus meningkatkan rasa taqwa kepada Allah Swt agar kita benar-benar hidup bahagia di dunia sampai di akhirat nanti.

Kebahagiaan hidup yang Hakiki hanya dapat diraih dengan memperkuat Iman melalui kualitas ibadah kita. dengan kualitas ibadah itu Allah akan memberikan Hidayah kepada kita. Hidayah Allah lah yang bisa membimbing hidup kita agar terhindar dari perbuatan fasik dan zalim. untuk kemudian menjadikan amal-amal kita bermanfaat bagi diri kita dan orang lain.

Hadirin Wal Hadirat Rahimakumullah

Salah satu perbuatan fasik dan zalim adalah Lupa Diri. dan beberapa gejala menonjol sikap lupa diri itu antara lain watak sombong merasa paling baik merasa paling unggul merasa benar dan lain sebagainya.

Manusia yang terjangkit penyakit lupa diri itu bisa terjerumus ke dalam bahaya besar. yakni kepribadian buruk yang cenderung merupakan prinsip-prinsip hidupnya sendiri, antara lain:

  1. Lupa akan asal mula dirinya

Orang yang lupa akan asal mula dirinya akan merugikan dirinya sendiri. bila menjadi orang kaya misalnya dia lupa kemelaratan yang pernah dialaminya. Ketika menjadi orang berpangkat lupa kalau asalnya orang biasa yang tidak punya kedudukan terhormat. Menjadi orang pandai atau berilmu lupa kalau asalnya bodoh dan tak bisa apa-apa. bahkan lebih bahaya lagi Kalau merasa paling pandai, paling kaya, paling terhormat dan sebagainya.

Orang yang lupa dari asal-usulnya mudah silau terhadap hasil usahanya atau prestasi yang diraihnya. dan mudah merasa lebih dari yang lain selain dari dirinya tidak dianggapnya memiliki apa-apa meremehkan orang lain adalah sikap yang kemungkinan besar muncul dalam jiwa orang yang lupa diri bahkan bisa congkang menentang siapapun di kiri kanannya seperti difirmankan Allah SWT dalam al-Qur’an surat Yasin ayat 77:

أَوَلَمْ يَرَ الْإِنسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ. وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ

Artinya: Dan Apakah manusia tidak memperhatikan bahwa kami menciptakan nya dari setitik air mani maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata dan dia melihat perumpamaan bagi kami dan dia lupa kepada kejadiannya

Hadirin Wal Hadirat Rahimakumullah

  1. lupa pada diri sendiri

Orang yang lupa diri sendiri adalah orang yang selalu meneliti tingkah laku orang lain, mengoreksi kesalahan orang lain, mencari kekurangan dan aib orang lain atau menganjurkan orang lain berbuat kebajikan sementara dirinya lupa kekurangan sendiri. Sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’an Surat al-Baqarah Ayat 44:

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Artinya: Mengapa kamu suruh orang lain mengerjakan kebaikan sedang kamu melupakan diri kewajibanmu sendiri padahal kamu membaca Kitab Taurat maka tidaklah kamu berfikir

  1. Lupa akan tanggung jawab kepada Allah Swt

Banyak orang yang terjerumus ke dalam siksa Allah Swt akibat lupa tanggung jawab kepada Allah Swt. Mereka lupa bahwa segala tindakannya akan dimintai pertanggung jawaban dihadapan Allah Swt, ia tidak sadar pula bahwa segala apa yang telah dilakukannya di dunia akan mendapat balasan dari Allah Swt. Rasulullah telah berpesan kepada kita:

عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَاحْبِبْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَاشِئْتَ فَإِنَّكَ مُجْزِئٌ بِهِ

Artinya: Hiduplah sepuas puas mu tapi ingat engkau akan mati. Cintailah apa yang kamu kehendaki tapi ingat engkau akan berpisah. Berbuatlah sekehendakmu tapi ingat engkau akan mendapatkan balasannya.

Karena itu hendaklah kita selalu mengingat ingat akan tanggung jawab kita sebagai umat beragama caranya upaya peningkatan kualitas ibadah terus-menerus agar setidaknya kita tidak termasuk pada golongan tersesat dalam kehidupan ini dan supaya azab Allah Swt kehidupan akhirat kita kelak seperti difirmankan Allah Swt dalam     al-Qur’an surat Saad ayat 26:

إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ

Artinya: Sesungguhnya orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapatkan azab yang berat karena mereka melupakan hari perhitungan

Oleh karena itu, sangat penting diketahui dan disadari agar kita tidak melupakan tanggung jawab di hadapan Allah Swt. Karena apa saja yang kita lakukan pasti dilihat oleh Allah Swt, tidak ada satu tindakan pun yang lepas dari pengamatan Allah Swt dan nanti akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapan Allah Swt. Hal ini sesuai firman Allah Swt dalam al-Qur’an surat az-Zalzalah ayat 7 dan 8:

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ. وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Artinya: Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar Zarah pun niscaya dia akan melihat balasannya dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar Zarah pun Niscaya akan dibalas nya pula

Dengan berpegangan pada ayat di atas marilah kita selalu berhati-hati menjaga diri dari perbuatan-perbuatan tercela serta menyadari tanggung jawab kita dihadapan Allah Swt, sehingga kita selamat dari siksa api neraka dan mudah-mudahan segala tingkah laku kita selalu didindingi dengan Hidayah Allah Swt.

Cukup sekian yang sempat saya sampaikan, mohon maaf atas kesalahan dan kekurangan karena kami selaku manusia biasa tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan.

وَبِااللهِ التَّوْ فِيْقِ وَالسَّعَادَةِ

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Leave a Reply