Ceramah : Meraih Hidup Bahagia
Foto : http://nulis.co.id

Ceramah : Meraih Hidup Bahagia

Oleh : Ustadzah Rohani Hamzah., S.Pd.I.,M.Pd.I.

أَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

أَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلَامِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَاْلمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ.

Hadirin Wal Hadirat Rahimakumullah

Pada kesempatan ini, saya mengajak kepada kita semua untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT dengan memperbanyak mengucap Al-hamdulillah, kemudian mari kita senantiasa mewujudkan cinta kita kepada Nabi tauladan kita, panutan kita, dia sangat cinta kepada kita yaitu Nabi Muhammad Saw.

Hadirin Wal Hadirat Rahimakumullah

Insyaa Allah, pada kesempatan ini saya akan membahas sebuah ceramah yang berjudul “Meraih Hidup Bahagia”

Sesungguhnya ketenangan hati dan kesenangannya serta hilangnya rasa gundah dan resah merupakan keinginan setiap orang. Karena dengan demikian akan tercapai kehidupan yang tenteram, bahagia dan sejahtera. Untuk mencapai hal-hal tersebut diperlukan sarana-sarana yang bersifat religius, alami dan logika yang kesemuanya tidak akan dapat dicapai kecuali oleh seorang mu’min. Adapun selain mereka, walaupun dapat diraih salah satunya itupun setelah para pemikir mereka menguras pikirannya untuk itu, akan tetapi masih banyak hal lain yang terlewatkan yang lebih bermanfaat dan utama baik di dunia ini atau kehidupan berikutnya.

Hadirin Wal Hadirat Rahimakumullah

Ada beberapa hal yang dapat membahagiakan kita diantaranya:

  1. Iman Dan Amal Saleh

Sarana yang paling utama dan paling mendasar dalam masalah ini adalah beriman kepada Allah Swt dan beramal Shaleh. Firman Allah Swt dalam al-Qur’an Surat An-Nahl Ayat 97:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya:

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Hadirin Wal Hadirat Rahimakumullah

Allah Swt mengabarkan dan menjanjikan bagi siapa saja yang menggabungkan antara iman dan amal shaleh dengan kehidupan yang baik di dunia ini serta balasan kebaikan di dunia dan akhirat.

Sebabnya jelas, karena orang-orang yang beriman kepada Allah Swt dengan iman yang benar dan berbuat amal shaleh yang dapat memperbaiki hati, akhlak, dunia dan akhirat, mereka memiliki pijakan dan landasan tempat menerima semua apa yang datang kepada mereka, baik yang berbentuk kebahagiaan dan kesenangan atau penderitaan dan kesedihan.

Jika mereka mendapatkan sesuatu yang dicintai dan disenangi, mereka menerimanya dengan rasa syukur serta menggunakannya sesuai fungsinya, dan jika mereka menggunakannya atas dasar tersebut maka timbullah perasaan gembira seraya berharap agar kebaikan tersebut tetap ada padanya dan mengandung berkah serta berharap teraihnya pahala karena dia termasuk orang-orang yang mensyukurinya. Semua itu merupakan perkara yang agung yang nilai dan berkahnya melebihi kebaikan itu sendiri sekaligus merupakan buahnya.

Mereka juga menghadapi keburukan dan kesulitan sesuai kemampuan yang mereka miliki, memperkecil semampunya, sabar terhadap apa yang tak mungkin mereka hindari. Dengan demikian, kesulitan-kesulitan tersebut memberikan mereka pengalaman dan kekuatan bagaimana menghadapi masalah. Sabar dan berharap pahala atas apa yang dialami, berdampak sangat besar atas hilangnya kesulitan, berganti dengan kemudahan dan harapan yang baik, keinginan akan karunia Allah Swt dan ganjaran-Nya, sebagaimana yang digambarkan Rasulullah dalam hadits Kitab Shahih Muslim:

عَجَباً لأَمْرِ الـمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ وَلَيْسَ  ذَلِكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ

Artinya:

Sesungguhnya perkara seorang mu’min itu menakjubkan, karena semua perkara yang dialaminya adalah baik; jika mendapatkan kesenangan dia bersyukur, maka hal itu lebih baik baginya, jika mengalami kesulitan dia bersabar, maka hal itu lebih baik baginya, dan hal seperti itu tidak terdapat kecuali pada diri seorang mu’min.

Dalam hadits tersebut Rasulullah menggambarkan bahwa seorang mu’min akan berlipat-lipat kebaikan dan buah amalnya atas setiap apa yang dialaminya.

  1. Berbuat baik terhadap sesama makhluk

Termasuk yang dapat mengusir perasaan gundah dan gelisah adalah berbuat baik kepada sesama makhluk dengan ucapan, perbuatan serta berbagai bentuk kebajikan.

Dengan kebaikan tersebut Allah Swt akan menghilangkan kesusahan baik dari orang beriman ataupun orang kafir sesuai kadar kebaikannya. Akan tetapi orang beriman memiliki bagian yang lebih sempurna. Karena perbedaannya bersumber dari keikhlasan dan harapan akan pahala Allah Swt.

Dengan modal tersebut Allah Swt ringankan baginya dalam mengerahkan tenaga untuk berbuat baik karena ada kebaikan yang ingin diraih, Allah Swt juga ringankan baginya dalam mencegah keburukan dengan penuh ikhlas dan harap akan pahala. Allah Swt berfirman dalam   al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 114:

لَّا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِّن نَّجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

Artinya:

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar

Allah Swt telah mengabarkan bahwa semua perkara yang disebutkan dalam ayat di atas adalah kebaikan, dan kebaikan selalu mendatangkan kebaikan berikutnya dan menolak keburukan. Seseorang yang berharap dari Allah Swt akan selalu Allah Swt berikan kepadanya pahala yang banyak, diantaranya: hilangnya perasaan gundah dan gelisah dan kesulitan hidup lainnya.

Hadirin Wal Hadirat Rahimakumullah

  1. Sibuk dengan pekerjaan atau ilmu yang bermanfaat

Termasuk hal yang dapat mengusir kegundahan yang timbul dari kegamangan jiwa karena hati disibukkan oleh urusan-urusan yang memberatkan adalah dengan menyibukkan diri dengan sebuah pekerjaan atau mendalami ilmu yang bermanfaat. Dengan begitu dia akan melupakan apa yang selama ini membebani dirinya dan yang selama ini membuatnya gelisah. Maka kemudian jiwanya menjadi tenang, semangatnya bertambah.

Sebab ini juga dapat terjadi pada diri seorang beriman atau yang bukan beriman. Akan tetapi orang beriman memiliki kelebihan karena keikhlasan dan harapan akan pahala dari apa yang menyibukkan dirinya, berupa ilmu yang dipelajari atau yang diajarkan, begitu juga dengan kebaikan yang dikerjakan. Jika hal tersebut berbentuk ibadah maka nilainya adalah ibadah, jika merupakan kesibukan atau kebiasaan dunia maka dia mengiringinya dengan niat yang shaleh dan membantunya dalam beribadah kepada Allah. Hal tersebut sangat efektif dalam mengusir kesedihan dan keluh-kesah.

Betapa banyak orang yang dirundung duka dan gelisah sehingga dia ditimpa penyakit yang bermacam-macam, maka obat mujarabnya adalah melupakan sebab-sebab yang selama ini mengganggunya dan membuatnya gelisah serta menyibukkan diri dengan pekerjaan dan tugas-tugas.

Dianjurkan agar perbuatan yang menyibukkan dirinya adalah yang sesuai dengan seleranya dan disenangi jiwanya, maka dengan begitu lebih memungkinkan untuk mendatangkan manfaat yang dia maksudkan.

  1. Memusatkan pikiran dan tidak dihantui oleh pikiran-pikiran masa depan atau kesedihan masa lalu

Termasuk yang dapat mengusir perasaan cemas dan gelisah adalah memusatkan semua pikiran untuk mengerjakan sebuah pekerjaan pada hari ini dan memutuskan diri dari pikiran-pikiran yang akan datang serta kesedihan atas waktu-waktu yang lalu. Karena itu Rasulullah Saw berlindung dari Al-Hamm dan Al-Hazn.  Al-Hazn adalah perkara-perkara yang telah lalu yang tidak mungkin diulang dan didapati kembali, sedangkan          Al-Hamm adalah sesuatu yang diakibatkan oleh ketakutan pada masa yang akan datang. Maka hendaklah seseorang menjadi manusia hari ini, mengerahkan sekuat tenaga kesungguhannya dalam memperbaiki hari dan waktunya saat ini. Memusatkan pikiran dalam masalah ini juga dapat menyempurnakan sebuah perbuatan, di samping menjadi penawar kesedihannya.

Rasulullah Saw jika berdoa atau mengajarkan umatnya untuk berdoa, maka dia juga menganjurkan untuk minta pertolongan dan keutamaan kepada Allah Swt atas kesungguhannya dalam mewujudkan apa yang dia mohonkan dalam doa-doanya. Dan juga meninggalkan setiap yang tidak diinginkan dalam doa-doanya karena doa seharusnya sesuai dengan amal perbuatan. Seorang hamba yang bersungguh-sungguh untuk mendapatkan apa yang bermanfaat baginya dalam urusan agama dan dunia akan memohon kepada Rabb-nya kesuksesan yang diinginkannya. Dan dia minta tolong kepada-Nya atas hal tersebut. Sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Shahih Muslim Rasulullah Saw bersabda:

اِحْرِصْ عَلَى مَايَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلاَ تَعْجَزْ، وَإِذَا أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلاَ تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَذَا كَانَ كَذَا وَكَذَا وَلَكِنْ قُلْ قَدَّرَ اللهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ، فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

Artinya:

Berusahalah untuk meraih apa yang bermanfaat untukmu, mintalah pertolongan Allah dan janganlah engkau lemah. Jika ada sesuatu yang menimpamu, maka jangan engkau katakan: Seandainya saya kerjakan ini niscaya akan jadi begini dan begitu, akan tetapi katakanlah bahwa Allah yang telah menetapkannya, apa yang Dia kehendaki Dia perbuat. Karena sesungguhnya kata-kata seandainya membuka peluang bagi perbuatan setan”.

Hadirin Wal Hadirat Rahimakumullah

Rasulullah Saw dalam hadits tersebut menggabungkan antara perintah untuk berupaya mendapatkan manfaat dalam setiap keadaan dengan perintah meminta pertolongan kepada Allah Swt serta tidak tunduk terhadap kelemahan, yaitu kemalasan yang merugikan dan menyerah terhadap perkara-perkara yang telah berlalu serta menyaksikan ketetapan Allah Swt dan ketentuannya.

Beliau juga menjadikan sebuah perkara menjadi dua bagian: Bagian dimana seorang hamba memungkinkan baginya untuk meraihnya atau meraih apa yang memungkinkan baginya, atau menolaknya atau meringankannya, maka dalam hal ini seorang hamba harus memperlihatkan kesungguhannya dan minta tolong kepada Rabb-nya.

Bagian lain adalah bagian yang tidak mungkin untuk itu, maka pada hal tersebut seorang hamba harus tenang, ridha dan pasrah. Tidak diragukan lagi bahwa berpedoman dengan kaidah ini merupakan penyebab datangnya kesenangan dan hilangnya rasa gundah dan resah.

  1. Memperbanyak zikir kepada Allah Swt

Berzikir pengaruhnya sangat menakjubkan dalam mendatangkan kelapangan dada dan ketenangan hati, menghilangkan rasa gundah dan resah. Allah Swt berfirman dalam al-Qur’an surat ar-Ra’du ayat 28:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya:

Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram.

Dengan kekhususannya, zikir memberikan peran yang besar untuk meraih semua yang diminta dan apa yang diinginkan seorang hamba dalam bentuk pahala dan ganjaran.

Demikian ceramah saya, terima kasih atas perhatiannya dan mohon maaf atas segala kesalahan.

وَبِااللهِ التَّوْ فِيْقِ وَالسَّعَادَةِ

\وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Leave a Reply